Header Ads

Tabligh Akbar dan Silaturahim Majelis Ta’lim Komunitas Pecinta Majelis Ta’lim (KPMT) Se-Jakarta Raya



MARWAH.ID – Mahasiswi semester VI STID Mohammad Natsir mengadakan Tabligh Akbar dan Silaturahim Majelis Ta’lim pada Ahad, (05/03/23) dengan tema, “Membentuk Insan Bertaqwa, Menyambut Bulan Ramadhan” bersama narasumber, Dr. H. Ahmad Annuri, M.A selaku Kabid. Pengembangan Studi Qur’an Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Tabligh Akbar perdana ini dilaksanakan di Masjid Nourah Abdurrahman Kampus Putri STID Mohammad Natsir dengan dihadiri oleh sebanyak kurang lebih 150 ibu-ibu Majelis Ta’lim juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube STID Mohammad Natsir, Dakho TV. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana silaturahim seluruh Majelis Ta’lim binaan Mahasiswi STID Mohammad Natsir semester 5 sampai dengan 6 dalam Komunitas Pecinta Majelis Ta’lim (KPMT) Se-Jakarta Raya.




Dalam sambutannya, Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I menyampaikan harapan dari adanya acara ini semoga mendapatkan dua hasil atau tujuan, yaitu yang pertama Tabligh Akbar itu sendiri, dapat menghadiri majelis ilmu, taman-taman surga tentunya dengan pahala yang berlimpah dan yang kedua harapan dari acara ini akan terjalin silaturahim antar Majelis Ta’lim.

“Pada tahun ini, jumlah mahasiswi yang menjadi peserta KPMT sebanyak 63 dan jumlah Majelis Ta’lim binaan 40. Sebanyak 25 Majelis Ta’lim dilaksanakan secara offline dan akibat pandemi terdapat Majelis Ta’lim online sekitar 15”. Ucap Ketua Pembina KPMT STID Mohammad Natsir Ustadz Aan Abdurrahman, M.Ag

Dalam penyampaiannya, Ustadz Annuri mengatakan bahwa usia rata-rata umat Nabi Muhammad yaitu 60-70 tahun. Ketika ajal menjemput akan ada dua keadaan yang dirasakan manusia yaitu mati dalam keadaan Husnul Khotimah dan Suul Khotimah. Maka harus ada ikhtiar yang kita lakukan untuk membersihkan hati kita hingga mendapatkan akhir kehidupan yang Husnul Khotimah.

Manusia tidak akan dimasukkan ke dalam surga jika dosanya belum diampuni oleh Allah. Sehingga ikhtiar dengan membersihkan hati akan menghantarkan kita kembali pada Allah dalam keadaan suci. Karena sekecil apapun dosa yang kita lakukan akan menimbulkan bintik hitam dihatinya. Nabi mengatakan bahwa ketika kita melakukan kesalahan maka ikutilah kesalahan tersebut dengan kebaikan karena kebaikan itu akan menghapus dosa yang telah kita lakukan.




Lebih lanjut Ustadz Annuri juga memberikan gambaran langsung mengenai hati dengan segelas air bening yang ditetesi betadine kemudian menjadi keruh dan hitam, setelah itu disiram dengan air bening lagi sehingga kembali berubah menjadi bening namun tidak bisa kembali seperti semula. Dalam hal ini hati yang telah terdapat bintik hitam akan terhapus dengan kebaikan-kebaikan setelahnya. Nabi mengatakan bahwa terdapat tiga hal yang akan membantu kita di akhirat yaitu, ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak sholih yang mendoakan kedua orangtuanya.

Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Silaturahim Majelis Ta’lim ini berjalan dengan lancar serta diikuti secara antusias oleh seluruh jamaah. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada seluruh jamaah. (Ulfaturrohmah/MARWAH)

Tidak ada komentar