Header Ads

Futur dan Penyebabnya

Futur dan Penyebabnya


Setiap manusia pasti mengalami titik dimana semangat dalam menjalani rutinitas ibadah meningkat dan begitupun sebaliknya. Ada saatnya manusia mengalami penurunan dalam tingkat kualitas ibadah, ketika rasa malas bahkan keinginan untuk tidak melaksanakannya yang disebut futur. Futur dapat terjadi pada diri seorang Muslim karena keimanan dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.  

Penurunan kualitas ibadah atau malas beribadah dipengaruhi oleh 3 sebab : 

1. Tidak ada keinginan dalam diri 

2. Teman yang buruk 

3. Lingkungan yang buruk

Selain tidak ada keinginan dalam diri untuk beramal shalih, teman dan lingkungan yang buruk dapat menjadi penyebabnya.  

Ketika seseorang mendapatkan liburan, banyak waktu luang yang Allah berikan hingga kadang dirinya merasa santai tanpa terpacu dengan target harian. Begitupun dengan lingkungan dan teman yang tidak memberikan semangat dalam peningkatan kualitas ibadah. Maka dapat dipastikan terjadilah penurunan dalam melaksanakan ibadah. 

Jika dihari sibuk kita akan memaksimalkan ibadah dan aktifitas lainnya, bertemu teman-teman shalih yang akan senantiasa mengingatkan, akan berbeda disaat kita menikmati hari libur dengan kelalaian.

Kasus ini berlaku untuk semua kalangan, terlebih bagi para santri. Seorang pencari ilmu yang terbiasa dengan kegiatan yang terjadwalkan setiap harinya mulai dari mengaji, shalat berjamaah, berbahasa arab atau inggris,  hafal al-Quran, dan hal yang lainnya secara teratur, tetapi disaat liburan ketika semuanya tidak terjadwalkan dengan baik, penyakit futur akan mudah menggerogoti jiwa.  

Seyogyanya bagi setiap Muslim dimanapun, didalam kondisi apapun, dan di lingkungan manapun senantiasa bertakwa kepada Allah.  Sebagaimana sabda nabi salallahu 'alaihi wa sallam: 

اتق الله حيثما كنت  

"Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada" 

Dan sejatinya setiap kegiatan kitaa akan selalu dicatat oleh malaikat yang selalu mendampingi kita di sisi kanan dan kiri,  sebagaimana Firman Allah:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَا لِ قَعِيْد 

"(lngatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri." (QS. Qaf 50: Ayat 17)

Jadi dimanapun kita, baik pada saat liburan ataupun tidak, ketakwaan merupakan nilai prioritas dalam pelaksanaan seluruh amal ibadah dan tolak ukur keselamatan setiap langkah kita. Semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari golongan orang-orang yang merugi di akhirat nanti. Wallahu a'lam bishawab.

-Nida Taqiyya-

Tidak ada komentar