Header Ads

Sudahkah berintrospeksi diri?



Pertanyaan singkat serta pengingat untuk kita semua. Namun sering kali terlupakan, kenapa? Karena sebagian orang masih meremehkan perkara ini. Intropeksi diri, kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Semua orang pasti sudah tahu definisi dari kata ini.

Sungguh kita amat butuh pada sikap intropeksi diri terhadap sesuatu yang kecil atau pun yang besar di setiap waktu dan di setiap tempat. Sebagaimana perkataan Umar bin Khatab Radiyallahu ‘anhu :
حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْفُسَكُمْ وَزِنُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُ.
“Hisablah dirimu sendiri sebelum dirimu dihisab pada hari kiamat, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang pada hari kiamat.”

Ketika kegiatan intropeksi melemah dan berkurang, maka sesungguhnya nafsu manusia akan semakin keras kepala dan tali kendali jiwanya lepas, lalu ia akan melakukan apa saja yang diinginkan nafsunya dengan tidak peduli kepada apa pun. Kurangnya intropeksi diri merupakan sebab lemahnya iman.

Al-Hasan al-Bashri berkata, “Manusia yang paling ringan hisabnya pada hari kiamat adalah mereka yang selalu mengintropeksi diri mereka di dunia, yaitu melihat kembali semua keinginan dan amal perbuatan mereka , apabila keinginan dan citi-cita mereka baik bagi mereka, maka mereka melanjutkannya begitu pun sebaliknya. 

Jadi, jangan lupa untuk terus berintropeksi diri kapan pun dan dimana pun. Karena perbuatan kita yang kita lakukan akan di hisab kelak di hari Kiamat. (Hilmalina/Marwah)   

Tidak ada komentar