Header Ads

Jangan padamkan hati dengan maksiat



Bidang Pembinaan Karakter Kampus Putri STID Mohammad Natsir berkolaborasi dengan Dema Akhwat melaksanakan daurah perdana pasca libur Idul Fitri dengan topik Menjauhi Maksiat. Daurah ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswi yang berlangsung pada hari Ahad, 05 Mei 2024 dengan bertempat di Masjid Nourah Abdurrahman, Komplek Muslimat Center, Cipayung, Jakarta Timur.
Daurah ini dimulai pada pukul 09.00 pagi hingga menjelang waktu dzuhur. Pada daurah yang berlangsung di Masjid ini, diisi oleh Ustadz Dr. Imam Taufik Alkhotob, M.Pd.I sebagai salah satu dosen favorit di STID Mohammad Natsir.



Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Iin Mutmainnah, mahasiswi semester VI Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) sekaligus perwakilan Anggota Dema Akhwat yang kemudian dilanjut sambutan oleh Ustadzah Titin Sofiyatiningsih, S.Pd. selaku Manager Bidang Pembinaan Karakter di Kampus Putri.  

Tak berselang lama, acara ini pun dimulai. Sebagai prolog, pemateri yang juga dikenal Abu Hurrun tersebut memberi beberapa contoh dampak maksiat yang bukan hanya berpengaruh kepada hati, pikiran, namun juga bagaimana pengaruhnya terhadap ilmu. Di mana ilmu tidak akan pernah bersatu dengan hati dan pikiran yang diisi dengan kemaksiatan. 




Beliau menyebutkan 9 poin dampak maksiat menurut Ibnu Qayyim, di antaranya adalah; Terhalangnya seseorang untuk mendapatkan ilmu, Hubungan antara manusia akan gersang, Maksiat itu laksana racun yang dampaknya tidak dirasakan saat itu atau seketika itu saja namun juga jangka panjang, Dijauhkan dari rezeki, Diharamkan atau dihalangi dari ketaatan, Maksiat akan melahirkan maksiat berikutnya, Dirinya rendah di hadapan Allah, Maksiat melahirkan kehinaan di mata manusia, dan Maksiat mematikan/memadamkan kecemburuan.

Di akhir penjelasannya, beliau berpesan, "Apabila lentera hati itu telah menyala, maka jangan padamkan dengan maksiat", tegas Ketua DKM Masjid al Bahr tersebut. (Selviana/Marwah)

Tidak ada komentar