Header Ads

Wanita Dalam Islam

Wanita dalam Islam



Pada tahun 586 Masehi di Eropa, umat Nasrani  mengadakan suatu diskusi yang mempertanyakan. Apakah wanita bisa disebut dengan manusia? Dari diskusi tersebut mereka akhirnya menarik kesimpulan bahwa kaum wanita itu adalah manusia. Akan tetapi, semata-mata hanya dijadikan  budak untuk melayani kaum pria. 



Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab menganggap wanita begitu hina juga nestapa. Wanita diartikan sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu birahi dan kesenangan pria belaka. Sesudah para pria melampiaskan hawa nafsu, wanita kemudian dianggap sampah. Bahkan aib bagi mereka yang mempunyai keturunan perempuan. Kaum wanita saat itu benar-benar dibenci dan terisolir karena dirasa tidak mempunyai peran dalam kehidupan.


Islam datang dengan membawa kedamaian membawa rahmat sekaligus menganggkat derajat kaum wanita. Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam surat ar-rum ayat 21.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."



Melihat realitas yang ada, begitu besar peranan wanita dalam kehidupan. Wanita melahirkan, mengasuh anak-anak juga mengatur keperluan pokok keluarga. Banyak kaum wanita yang secara aktif turut menegakan kebenaran dan memberikan andil dalam usaha perbaikan di dunia. Islam tidak melarang kaum wanita untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menggapai kemajuan setinggi-tingginya. Dengan syarat tetap menjaga kehormatan pada dirinya, 


"Maka kaum wanita yang sholeh adalah wanita yang taat dan dapat menjaga kehormatan dirinya..." (QS. An-Nisa: 34)

Allah yang maha Adil tidak membeda-bedakan di antara hambaNya baik pria maupun Wanita. Yang membedakan mereka adalah perbuatan baik dan buruknya di mata Allah. Sesuai dengan firmanNya:

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)


Jadi pada hakikatnya wanita tidak butuh dengan istilah-istilah yang berasal dari paham feminisme yang menganggap bahwa wanita harus dihargai dan wanita memiki hak penuh atas tubuhnya. Karena sesungguhnya Islam telah mencukupkan derajat dan aturan untuk menghargai seorang wanita.


(Nuha B)

Tidak ada komentar