Header Ads

Pizaro Novelan: Bangkitlah Pemuda Muslim


            Ahad, 13 November 2016, Badan Eksekutif Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir (Bem Akhwat STID Moh. Natsir) selenggarakan pelatihan jurnalistik bersama Pizaro Novelan Tauhidi -Sekjen Jurnalis Islam Bersatu di Aula Sakinah Kampus C STID Moh. Natsir, Cipayung. Dengan mengusung tema, Kaderisasi Jurnalis Muslim Muda Profesional di Tengah Era Perang Media.
Menurut Pizaro, pendekatan dakwah melalui tulisan lebih efektif dibanding tabligh (ceramah). Bila berdakwah lewat ceramah yang akan mendengar hanya segelintir. Namun, lewat tulisan ribuan bahkan jutaan manusia dapat membaca tulisan tersebut. Karena perang yang kita hadapi saat ini merupakan perang media. Media mampu merusak pembaca dengan mengarahkan pada liberalisasi dan sebagainya.
            “Bangkitlah pemuda muslim, banjiri media Islam dengan tulisan antum,” seru Pizaro pada ratusan peserta pelatihan.
           
Saat ini jurnalis muslim sangat minim sekali bila dibandingkan dengan jurnalis media mainstream. Jurnalis yang tergabung dalam JITU tercatat sebanyak 60 jurnalis. Sedang pada media mainstrem tercatat 3000 jurnalis. Dibutuhkan banyak jurnalis muslim agar dapat menyeimbangi arus informasi media mainstrem yang kerap memojokan Islam.
            Pelatihan jurnalis ini bertujuan untuk membakar semangat menulis para muslimah. Sebab menulis merupakan jihad yang sangat efektif bagi muslimah. Pada kondisi tertentu, wartawan muslimah dibutuhkan. Diantaranya ketika menghadapi wanita korban permerkosaan, kasus pekerja seks komersial dan sebagainya.


“Menulislah, karena menulis sebagai jihad yang sangat efektif bagi muslimah,” tutur Eka Aprila selaku ketua panitia.
Mulailah menulis. Tak usah malu dan banyaklah bertanya. Karena modal dasar menjadi jurnalis bukanlah skill melainkan niat, kesungguhan dan kerja keras. Begitulah pesan Pizaro pada seluruh peserta. (Desi Rustini)


Tidak ada komentar