Header Ads

Rahasia di balik Suksesnya Dakwah Rasulullah

 Rahasia di balik Suksesnya Dakwah Rasulullah





Rasulullah memiliki akhlak yang sangat mulia. Akhalak yang harus kita contoh sebagai kaumnya. 

Tentunya dibalik sukses dakwah Rasulullah kita sebagai aktivis dakwah juga harus mencontoh beliau. 

Pertama, adanya kefasihan dalam berbicara yang bersumber dari Allah, kecerdasan yang beliau dapatkan sebagai utusan dari Allah. Setiap Rasul, dalam menyampaikan kalimat tauhid tentunya harus bisa menghadapi perdebatan dengan orang-orang yang menentangnya, harus mampu menjawab segala pertanyaan dari para pengikutnya, atau menghadapi pemikiran-pemikiran yang melenceng dari yang sebenarnya. 

Karena itu, kecerdasan, kekuatan dalam berargumen, serta kefasihan dalam berbicara setiap Rasul harus melebihi siapa pun dari umatnya. Jikalau tidak maka setiap yang disampaikan oleh para Rasul akan dengan mudah untuk di ingkari ataupun di patahkan oleh argumen-argumen umatnya.

Rasulullah pun diutus pada suatu kaum yang sangat mengagungkan kehebatan dalam bersyair (merangkai kata) dan diutus tidak pada satu golongan. Beliau diutus pada suatu kaum yang memiliki latar belakang ilmu, status sosial, dan golongan yang berbeda-beda.

Kedua, karena ajaran yang Beliau sampaikan mengandung kebenaran yang sempurna. Secerdas apa pun dan sefasih apa pun ia mampu untuk berbicara, tidak akan bernilai bila yang disampaikannya tidak ada yang mengandung kebenaran. Salah satu kesuksesan dakwah Rasulullah adalah kesempurnaan ajaran yang dibawanya. 

Ajaran yang dibawa oleh Rasul sangatlah sempurna dan bisa diterima oleh semua kalangan ajaran yang sangat, masuk akal, menenangkan, dan tidak dibuat-buat. 

Ketiga, semua perkataan yang Rasulullah disampaikan dan yang keluar berasal dari hati yang bersih, hati yang penuh kasih sayang, hati yang damai, dan bersih dari kotoran dosa. Hati hanya bisa disentuh dengan kata-kata yang keluar dari hati yang bersih pula, dan tidak akan masuk syurga melainkan orang-orang yang bersih,"

Menjadi seorang aktivis dakwah mestilah harus menjadi panutan bagi para mad'unya. 

(Nadila Sari/ MARWAH) 

Tidak ada komentar