Header Ads

Beberapa Kiat Agar Terhindar dari Maksiat
           Oleh: Marlina
Setiap manusia yang berada di muka bumi ini tentu pernah melakukan dosa dan kesalahan, baik itu dosa besar maupun kecil. Bahkan para Nabi sekalipun tidak luput dari melakukan kesalahan, namun mereka bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kesalahan tersebut. Contohnya saja, Nabi Adam pernah melanggar perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala karena godaan setan. Beliau mendekati pohon yang dilarang oleh Allah mendekatinya, akan tetapi Nabi melanggarnya. Kemudian beliau bertaubat dan berdo’a kepada Allah. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an (QS. Al-A’raf: 23).
            “Seorang Mukmin jika telah melakukan dosa maka ternodalah hatinya dengan noktah hitam. Jika  ia bertaubat dan beristighfaar, hatinya akan bersih kembali. Kemudian jika ditambah dengan dosa yang lain lagi, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hati tersebut.
            Adapun akibat yang akan menimpa diri seorang pelaku maksiat itu, yaitu maksiat tersebut akan menghalangi diri seseorang itu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, maksiat akan menghalangi datangnya rezeki seseorang, maksiat dapat membuat ada jarak antara pelaku maksiat tersebut dan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maksiat dapat membuat sulit semua urusan pelakunya, maksiat dapat melemahkan hati dan badan, terhalang dari melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maksiat akan menutupi hati,  mendapat laknat dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, melenyapkan rasa malu. Inilah beberapa diantara akibat dari melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala  yang dikatakan oleh  Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
            Tentu kita tidak ingin mendapat akibat seperti yang telah disebutkan diatas dan ingin terhindar dari melakukan maksiat. Berikut diatara kiat-kitanya:
1.      Tidak Menganggap Remeh Suatu Dosa
            Seseorang yang beriman dan selalu takut dengan azab Allah Subhanahu wa Ta’ala tentunya berusaha agar terhindar dari melakukan maksiat apapun itu, sekecil apapun itu. Usaha tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk mendapatkan ridho dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.
            Sekecil apapun dosa yang dilakukan itu akan dapat membinasakan pelakunya, dan tentunya tidak mendapat ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2.      Menganggap Besarnya Suatu Dosa
            Orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentunya akan menganggap besar dosa-dosa, meskipun dosa yang dilakukan tersebut tergolong kecil. Namun mereka merasa terbebani dengan dosa tersebut dan menganggap begitu besar kekurangannya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
            Ibnu Mas’ud berkata, “ Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sedangkan orang yang suka melakukan perbuatan dosa melihat dosanya itu seperti lalat yang lewat di depan hidugnya”,
3.      Senantiasa beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah
            Selalu beristighfar dan berdzikir untuk selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dekat kepada Allah. Lebih memilih sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat dari pada melakukan hal-hal yang melalaikan.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: “Sesungguhnya sesuatu benar-benar menutupi hatiku, dan sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dalam sehari 100 kali” (HR. Muslim No. 2702)
4.      Melakukan Kebajikan Setelah Keburukan
            Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih)
5.      Bergaul dengan Orang-orang yang Shalih
            Agar terhindar dari perbuatan maksiat lebih baik memilih teman seseorang yang shalih, mencintai orang-orang yang shalih karena Allah menyebabkan seseorang tersebut bersama mereka di surga.
6.      Taubat Nasuha
            Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 31, Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: “Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara kamu yang berada di atas kendaraannya di padang pasir yang tandus. Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan itu, lalu ia menuju pohon dan tidur dibawah naungannya dalam keadaan bersedih terhadap kendaraannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kendaraannya muncul di dekatnya, lalu ia mengambil tali kendalanya. Kemudian ia berkata, karena sangat bergembira, ‘Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah T hanmu’. Ia salah ucap karena sangat gembira” (QS. HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah beberapa kiat agar terhindar dari perbuatan maksiat, mudah-mudahan tulisan ini menjadi amal kebaikan. Untuk saling mengingatkan…syukron




Tidak ada komentar